Sabtu, 18 Februari 2012

Me and My Father

Ayah...
Siapa ayah itu??
Sejak kecil aku dan ibu sering ditinggal ayah bekerja di luar pulau, bahkan saat ibu melahirkan aku, ayah tidak bisa menemani ibu. ya itu sudah menjadi resiko kami karena profesi ayah sebagai pelaut, tapi kami sadar ayah bekerja jauh di luar pulau demi aku, ibu dan adik-adikku. Di saat usiaku masih 1 tahun, aku paling takut dengan ayah, beliau orang asing yang jarang aku temui di rumah, setiap ayah pulang ke rumah, aku lebih memilih tidur dengan mbah dari pada dengan ibu. Ayah ku yang mempunyai badan besar dan tinggi lebih dari 170 membuat saya takut tapi untung ayah ku gag hitam,,kalau hitam benar-benar menyeramkan.. heheheehe..
setiap ayah pulang saya selalu bertanya pada mbah sebenarnya beliau itu siapa kugh tiap kali pulang selalu membawakan aku mainan, baju dan makanan.. mbah menjelaskan bahwa beliau adalah ayahku, aku sempat bingung kalau tu ayahku kenapa tidak pernah di rumah, lalu mbah juga menjelaskan pada ku mengenai profesi ayah. Dengan bertambahnya usia akhirnya aku dapat memahami profesi ayahku akan tetapi awalnya aku tidak bisa begitu akrab dengan ayah,, perlu pendekatan yang ekstra agar aku bisa dekat dengan ayah..hehehehe.
setelah aku dekat dengan ayah,, setaip kali ayah akan berangkat bekerja aku selalu menangis dan melarang ayah berangkat karena aku ingin seperti teman-teman yang selalu ditemani oleh ayahnya, bisa dibilang saat aku kecil aku paling dekat dengan ayah, ayah sangat sabar menghadapiku, apapun yang aku inginkan selalu ayah turuti,, yang membuat aku sedih saat hari raya Idul Fitri ayah jarang ada di rumah,, aku iri dengan teman2 ku yang selalu berkumpul dengan keluarganya sedangkan aku hanya dengan ibu. Ibu selalu mencoba membuat aku lebih tegar, padahal ibu juga merasa sangat kesepian.
Saat usia ku 5 tahun ayah membelikan aku sepeda, sepeda ontel berwarna merah dan hijau,, setiap sore disaat ayah di rumah, ayah selalu mengajariku naik sepeda, saat aku jatuh dan menangis ayah selalu bilang "anak perempuan gag boleh cengeng, kudu kuat". ayah selalu mengajari ku untuk hidup mandiri dan alhasil aku sekarang tumbuh menjadi seorang gadis yang mandiri.
sejak aku sekolah di luar kota, aku merasa semakin jauh dengan ayah, aku jarang ketemu ayah, setiap ayah pulang aku tidak ada di rumah. Aku jarang sekali bercerita dengan ayah padahal aku selalu merindukan saat-saat bercerita dengan ayah. Sejak Aku menemukan seseorang yang bisa membuat aku merasa nyaman dan bahagia (pacar), aku tahu apa yang dirasakan oleh ayah. Ayah memang tidak pernah menangis di depan anak-anaknya akan tetapi ayah selalu kuatir siapa  yang akan menjadi pendamping hidup gadis kecilnya nanti. Ayah paling takut kalau posisinya akan digantikan oleh orang lain.
Memang tidak ada ayah yang sempurna akan tetapi ayah selalu memberikan cintanya dengan sempurna.
I love U dad...Aku Rindu Bercanda denganmu ayah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar